Inter Milan meneruskan hasil positif saat menjamu Lecce di Giuseppe Meazza, Kamis (22/12) dinihari WIB. Sempat tertinggal gol tim tamu yang dicetak Luis Muriel, La Beneamata meraih kemenangan meyakinkan 4-1.
Giampaolo Pazzini, Diego Milito, Esteban Cambiasso dan Ricky Alvarez membuat Inter begitu superior di hadapan publik sendiri. Ini merupakan kemenangan keempat Inter secara beruntun, setelah hasil mengecewakan di awal musim.
Giampaolo Pazzini, Diego Milito, Esteban Cambiasso dan Ricky Alvarez membuat Inter begitu superior di hadapan publik sendiri. Ini merupakan kemenangan keempat Inter secara beruntun, setelah hasil mengecewakan di awal musim.
Tambahan tiga angka membuat I Nerazzurri mantap di urutan lima klasemen Serie A Italia dengan 26 poin atau unggul dua angka dari Napoli yang menguntit di posisi enam.
Inter Milan bisa kembali menurunkan Diego Forlan yang baru pulih dari cedera dan menjadi tandem Giampaolo Pazzini di lini depan. Sementara Wesley Sneijder, Cristian Chivu, Jonathan dan Emiliano Viviano masih dalam daftar pesakitan.
Sundulan Thiago Motta memanfaatkan tendangan sudut hampir saja membawa Inter unggul. Namun, Lecce tidak tinggal diam di tengah tempo tinggi yang diperagakan La Beneamata. Serangan balik dikomandoi Luis Muriel yang lepas dari jebakan off-side, melewati Lucio dan Douglas Maicon. Muriel tidak kesulitan menjebol gawang Julio Cesar dari jarak dekat.
Tertinggal satu gol ternyata melecut semangat anak-anak asuh Claudio Ranieri. Tidak mau diopermalukan di kandang sendiri, Inter melakukan serangan sporadis ke lini belakang Lecce.
Pazzini baru bisa menyamakan kedudukan jelang turun minum sekaligus mengakhisi kemelut di depan gawang, setelah Maicon melepaskan tendangan sudut. Pazzini terlihat begitu emosional merayakan gol yang didedikasikan untuk sang istri yang tengah hamil.
Ranieri memasukkan Milito untuk menggantikan posisi Forlan di babak kedua. Keputusan ini terbukti tepat, karena Milito berbalik membawa Inter unggul tepat di menit ke-49. Gol ini begitu spesial karena Milito tampil yang ke-200.
I Nerazzurri makin di atas angin dan menambak keunggulan di menit ke-72. Berawal dari aksi Yuto Nagatomo menyisir dari sisi kiri dan memberikan umpan kepada Cambiasso. Aksi Cambiasso gagal dibendung Gabrieli. 3-1 untuk Inter.
Aksi Nagatomo kembali membuat lini belakang lawan kerepotan. Lagi-lagi bek asal Jepang itu memanfaatkan kelemahan lewat sisi kiri. Kali ini Ricky Alvarez yang meneruskan umpan matang Nagatomo, sekaligus membuka keran golnya di Serie A.
Inter mulai mengendurkan serangan dengan keunggulan ini. Skor 4-1 pun tidak berubah hingga wasit meniup peluit akhir.
Inter Milan bisa kembali menurunkan Diego Forlan yang baru pulih dari cedera dan menjadi tandem Giampaolo Pazzini di lini depan. Sementara Wesley Sneijder, Cristian Chivu, Jonathan dan Emiliano Viviano masih dalam daftar pesakitan.
Sundulan Thiago Motta memanfaatkan tendangan sudut hampir saja membawa Inter unggul. Namun, Lecce tidak tinggal diam di tengah tempo tinggi yang diperagakan La Beneamata. Serangan balik dikomandoi Luis Muriel yang lepas dari jebakan off-side, melewati Lucio dan Douglas Maicon. Muriel tidak kesulitan menjebol gawang Julio Cesar dari jarak dekat.
Tertinggal satu gol ternyata melecut semangat anak-anak asuh Claudio Ranieri. Tidak mau diopermalukan di kandang sendiri, Inter melakukan serangan sporadis ke lini belakang Lecce.
Pazzini baru bisa menyamakan kedudukan jelang turun minum sekaligus mengakhisi kemelut di depan gawang, setelah Maicon melepaskan tendangan sudut. Pazzini terlihat begitu emosional merayakan gol yang didedikasikan untuk sang istri yang tengah hamil.
Ranieri memasukkan Milito untuk menggantikan posisi Forlan di babak kedua. Keputusan ini terbukti tepat, karena Milito berbalik membawa Inter unggul tepat di menit ke-49. Gol ini begitu spesial karena Milito tampil yang ke-200.
I Nerazzurri makin di atas angin dan menambak keunggulan di menit ke-72. Berawal dari aksi Yuto Nagatomo menyisir dari sisi kiri dan memberikan umpan kepada Cambiasso. Aksi Cambiasso gagal dibendung Gabrieli. 3-1 untuk Inter.
Aksi Nagatomo kembali membuat lini belakang lawan kerepotan. Lagi-lagi bek asal Jepang itu memanfaatkan kelemahan lewat sisi kiri. Kali ini Ricky Alvarez yang meneruskan umpan matang Nagatomo, sekaligus membuka keran golnya di Serie A.
Inter mulai mengendurkan serangan dengan keunggulan ini. Skor 4-1 pun tidak berubah hingga wasit meniup peluit akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar